Kewirausahaan Sosial

 

KEWIRAUSAHAAN SOSIAL (PEMBERDAYAAN/PENGEMBANGAN MASYARAKAT)

Keluarga dan kelompok masyarakat khususunya dalam “balutan” kemiskinan/masalah miskin menjadi sasaran pelayanan Societa Indonesia. Termasuk didalamnya perempuan kepala keluarga dan rawan sosial ekonomi, lanjut usia terlantar (potensial dan tidak potensial), penyandang disabilitas, dll.

Societa Indonesia menjalankan program penguatan keluarga, pendampingan akses pelayanan dan sistem sumber, pemberdayaan/pengembangan (potensi serta sumberdaya) masyarakat lokal, respon kasus, dan rujukan. Diantaranya Program pengembangan/ pemberdayaan masyarakat melalui konsep dan icon Wisata Desa Punggawa Ratu Pasundan. Juga, rintisan serta pengembangan kewirausahaan social sebagai alternative intervensi (terapi) Livelihood.

WISATA DESA

Lingkungan Desa  dengan kekhasan dan keasliannya  secara fisik maupun sosial (kehidupan masyarakat) menjadi media pembelajaran dan  sarana rekreasi yang bermakna/berkesan. Suasana yang Alami, Islami, dan Nyunda dilestarikan dan dikembangkan sehingga layak untuk wisata. Perpaduan dengan berbagai potensi lokal yang dimiliki.

——————————————–oooOooo———————————————

 

PROGRAM LIVELIHOOD

Semakin berkembangnya Investasi bisnis, berdampak pada penghidupan masyarakat di Indonesia. Ketertarikan sektor swasta; didukung perkembangan IT dan Media semakin menampakkan dan berefek pada publikasi terkait peranannya dalam pembangunan Indonesia. Bagaimana bisnis berkontribusi terhadap “meningkat atau menurunnya” warga miskin di Indonesia yang notabene kemiskinan adalah salah satu atribut masalah kesejahteraan sosial.

Dilain sisi; terbatasnya pengetahuan serta will tentang implementasi dan know-how program CSR dan Sustainability dikalangan atau pelaku usaha, juga pemerintahan di Indonesia pada gilirannya mendorong tumbuh-kembangnya startup social entrepreneur. Minat anak muda untuk berusaha; semakin meningkat. Usaha mikro, kecil, dan menengah menggeliat dan menjadi penopang perekonomian nasional.

SOCIETA INDONESIA juga mengembangkan strategi pelayanan dengan “corak” pendekatan social entrepreneurship. Baik untuk internal lembaga maupun untuk sasaran; para penerima manfaat program serta pelayanan.